Malaysia: Polisi Tangkap 4 Orang Terkait Kelompok ISIS, Salah Satunya WNI

Cet article a été aussi publié en : frFrançais (French) enEnglish (English) ruРусский (Russian) arالعربية (Arabic) deDeutsch (German) esEspañol (Spanish) itItaliano (Italian) nlNederlands (Dutch)

Kepolisian Malaysia menangkap empat orang terkait dengan kelompok ISIS. Turut disita dari mereka bahan peledak yang rencananya digunakan untuk menyerang tempat-tempat ibadah non-muslim.
Mereka adalah seorang warga Malaysia yang juga pemimpin kelompok, dua dari Myanmar, dan satu warga Indonesia, ditangkap pekan lalu dalam penggerebekan di Kuala Lumpur dan Negara Bagian Terengganu.
Kepala kepolisian Malaysia, Abdul Hamid Bador, dikutip dari AFP, Senin (13/5/2019), mengatakan mereka merupakan bagian dari sel ISIS. Menurut Abdul Hamid, mereka berencana membunuh beberapa tokoh terkenal dan menyerang tempat-tempat ibadah Hindu, Kristen, dan Budha di Malaysia.
Namun dia tidak memberi rincian siapa orang-orang terkenal yang menjadi target pembunuhan.
Polisi, lanjut dia, menyita enam bahan peledak rakitan serta pistol dengan 15 peluru.
Serangan tersebut untuk membalas kematian seorang pemadam kebakaran muslim saat kerusuhan di sebuah kuil India di luar Kuala Lumpur pada tahun lalu.
Sementara itu salah seorang etnis Rohingya yang ditangkap mengaku sebagai pendukung Arakan Rohingya Salvation Army, kelompok gerilyawan yang dipersalahkan atas serangan di Myanmar yang memicu aksi kekerasan militer. Menurut polisi, dia mengincar kedutaan besar Myanmar di Kuala Lumpur.
Satu etnis Rohingya lagi merupakan seorang buruh berusia 25 tahun yang mengaku memiliki hubungan dengan ISIS.
Polisi masih memburu tiga anggota sel teroris lain yang diduga berencana menyerang tempat hiburan.